Bukan rahasia lagi kalau pengusaha jasa travel di tanah air mempunyai keterbatasan untuk pilihan armadanya. Selain Kia Pregio dan juga Kia Travello dulu, pilihan yang sampai sekarang masih eksis adalah Isuzu Elf dengan bodi microbus.Toyota-Hiace

Untuk melengkapi pilihan, PT Toyota Astra Motor meluncurkan secara resmi HiAce di tanah air. para Konsumen kendaraan komersial yang membutuhkan akomodasi penumpang banyak pun melirik keberadaan HiAce.

Secara bentuk HiAce memang terlihat lebih modern dibanding dengan Isuzu Elf yang terlihat sangat komersial. Desain bodi yang terlihat lebar dan juga tinggi, berhasil membuat kesan gagah bagi unit kendaraan pengangkut penumpang.

Tak mau lama-lama, kami langsung masuk ke ruang cockpit HiAce. Memosisikan diri sebagai pengemudi, ternyata masuk ke ruang kemudi membutuhkan effort yang besar karena ground clearance yang tinggi.HiaceVan-cockpit

Memang HiAce menyediakan pijakan kaki serta handle pada bagian pilar A untuk meringankan akses keluar-masuk lebih mudah. Tapi kalau pengemudi tidak memahami teknik yang benar pada waktu menggunakannya, upaya masuk ke kabin menjadi sulit dilakukan terlebih untuk pengemudi yang mempunyai badan besar.

Penasaran dengan mesin yang digunakannya, kami pun menghidupkan mesin diesel itu. pada waktu mesin itu hidup, ternyata suara mesin yang dihasilkan terasa senyap. Mesin apa yang digunakannya?

Toyota HiAce menggunakan mesin diesel berkode 2KDFTV. Faktanya mesin itu ialah mesin yang dpakai oleh Kijang Innova Diesel generasi pendahulu yang telah dilengkapi dengan teknologi common-rail. Wajar kalau suara mesin terdengar halus di telinga.

Duduk di kursi kokpit, pengemudi diberikan pandangan yang luas ke bagian depan. Sayangnya tidak untuk ke bagian belakang, karena ia tidak menyediakan sensor parkir serta kamera mundur untuk memudahkan pengemudi.

Pada Saat melakukan perpindahan tuas transmisi, kami langsung teringat dengan Daihatsu Grand Max yang mempunyai posisi tuas transmisi yang sama.

Posisi tuas transmisi yang berada di dasbor ini tidak buruk, justru memberikan kemudahan pada waktu melakukan perpindahan gigi, karena menjadi dekat dengan jangkauan tangan.

Pada waktu kami menjalankannya, kami merasa lingkar kemudi terasa berat, walau sudah mengaplikasikan power steering. Selain itu pada saat pedal kopling dilepas, mesin 2KD-FTV juga terasa bekerja lebih keras, ketimbang saat diaplikasikan di Kijang Innova diesel.

Jikalau melihat hal itu wajar saja. Respons power yang diberikan pada mesin diesel 2KD-FTV yang digunakan pada HiAce tentu sama dengan di Kijang Innova. dikarenakan mesin yang memberikan tenaga yang sama, yakni 102 dk serta torsi 260 Nm, saat ini harus mendorong bobot sebesar 2.145 kg, sedangkan di Kijang Innova diesel tak lebih dari 1,7 ton.

Pengemudi yang telah terbiasa mengendarai passanger car pun, harus beradaptasi pada waktu mengemudikan HiAce. Dimensi yang besar miliknya harus membuat feeling mengemudi lebih peka, supaya bodi tidak terbentur dengan benda lain di sekitarnya.

Sekadar informasi tambahan, bahwa HiAce mempunyai fitur keselamatan yang bisa dibanggakan karena tidak dipunyai oleh pesaing sekelasnya, yakni dual airbags dan ABS.

Kini saatnya kami menempatkan diri sebagai seorang penumpang. walaupun terlihat mewah, penumpang tidak dimanjakan dengan pintu geser elektris yang memberikan kemewahan. Alhasil tenaga lebih harus dikeluarkan penumpang untuk menggeser pintu besar miliknya yang cuma tersedia di sisi kiri.

Pada saat berjalan di dalam kabin, penumpang yang mempunyai tinggi badan 170 cm harus menundukkan badan supaya kepala tidak terbentur dengan atap. Jangan khawatir mengenai kenyamanan penumpang, karena pada bagian belakang penumpang dimanjakan dengan legroom serta headroom yang luas, hingga tersedianya pengaturan reclining.

Iklan